|
|
|
|
|
|
|
Link Search Engine Berita
|
Medan 05/06/2004 Microsoft
Dan Asia Foundation Dukung Forda UKM Luncurkan CTLC Medan,
21 Apr 04 08:05 WIB
Forum Daerah (Forda) Usaha Kecil Menengah (UKM) Sumut meluncurkan Community Technology & Learning Center (CTLC) yang didukung Asia Foundation dan Microsoft, akhir pekan lalu. Ketua
Forda UKM Sumut Januar Djuandi dan sekretarisnya Maskur Abdullah
mengungkapkan fungsi CTLC ini katanya untuk memberikan semacam pelatihan
perluasan usaha UKM. Materi
yang diberikan, katanya, berupa pelatihan manajemen, keuangan, pemasaran
dan lainnya dengan sistem modern dan manual. "CTLC
menyediakan 11 unit komputer yang berhubungan dengan internet dan buka 24
jam," kata Januar sambil menambahkan CTLC menyediakan data informasi
bisnis seperti eksportir Sumut, nasional dan internasional. Pada
kesempatan itu Maskur menambahkan sesuai dengan perjanjian dengan Asia
Foundation dan Microsoft pihaknya menyediakan pelatihan gratis sebanyak 30
persen pelaku UKM. "Kami
sadar pelaku UKM ini tidak bisa menggunakan komputer apalagi memiliki
komputer. Karena itu mereka mendapat kesempatan gratis untuk mempelajari
penggunaan komputer," tambahnya. Sementara
anggota DPRD Sumut Sigit Pramono Asri, SE, saat membuka pusat pembelajaran
teknologi tersebut mengatakan salah satu kelemahan usaha kecil menengah (UKM)
adalah tidak berani melakukan terobosan-terobosan baru di samping
kelemahan lainnya pada sektor manajemen dan keuangan. "UKM
harus berani melakukan terobosan baru dan mengubah cara berpikirnya,"
katanya. Menurut Sigit, cara berpikir yang harus diubah tersebut adalah
tidak ingin posisinya seperti saat ini saja tapi harus berpikir bagaimana
agar menjadi besar. Selain
itu Sigit juga minta agar UKM lebih mensosialisasikan dirinya sendiri agar
dikenal karena harus disadari selama ini banyak yang belum mengenal UKM. "UKM
harus disosialisasikan agar lebih dikenal di tengah-tengah masyarakat,"
ujarnya. Pada kesempatan itu Sigit juga mengungkapkan, alokasi dana untuk
UKM di APBD Sumut masih sangat minim. "Alokasi dana pembinaan UKM di APBD minim karena panitia penyusunan memang tidak tahu apa itu UKM serta menganggap UKM tidak penting," lanjutnya.(m41) (am)(sumber WASPADA Online) Kembali ke atas |
|
|||||
|
Developed by : khairul_nasution2002@yahoo.com |